Senin, 05 Januari 2015

Mobil dan Jembatan Layang (II-habis): Faktor-faktor

Jika pada artikel sebelumnya kita berhadapan dengan keseimbangan motor, maka pada lanjutan artikel ini Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya akan membahas tentang hal-hal yang berpotensi timbulnya kecelakaan lalu-lintas pada flyover atau jembatan layang, baik motor dengan mobil; atau motor dengan motor.


Larangan motor naik Flyover. Image: ridertua.com/wordpress

Hal-hal tersebut diantaranya adalah:
1. Angin kencang. Kecepatan angin diatas flyover memang kencang. Hal ini bisa terjadi karena minimnya penghalang bagi arus angin. Jika ada angin kencang menyergap tiba-tiba, maka bisa jadi akan membahayakan bagi pengendara motor. Apalagi bila kita melewati jembatan Suramadu, larangan melintas dan penutupan akan sangat terasa bila angin berada di kecepatan diatas 40 km/jam. Untuk mobil masih ditoleransi pada kecepatan angin 60 km/jam.
2. Keseimbangan. Keseimbangan pada motor memang dipengaruhi karena berbagai hal. Salah satunya seperti yang disebutkan pada poin pertama yaitu angin. Motor merupakan kendaraan roda dua dengan keseimbangan yang akan sangat tergantung dengan keterampilan pengemudinya. Yang lainnya telah disebutkan pada artikel Rental Sewa Mobil Avanza di Surabaya sebelumnya.
3. Sempitnya jalan. Problem sempitnya jalan adalah salah satu faktor penting. Karena jalan pada flyover kebanyakan hanya untuk satu mobil dua jalur (saling berlawanan) yang tidak bisa saling menyusul. Jika ditambah dengan motor alangkah sesaknya dan rawan kecelakaan. Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya menemukan berita online tentang terjadinya kecelakaan di flyover berikut ini:
4. Tiadanya pembatas. Tiadanya pembatas ini menjadi tolok ukur penting penyebab motor tak bisa bercampur dengan mobil di jembatan layang. Motor sangat mudah sempoyongan karena kecepatan angin atau apapun. Jadi dikhawatirkan akan membahayakan pengendara mobil. Namun, motor diperbolehkan untuk meluncur pada jembatan Suramadu dan tol laut Benoa-Bali. Karena di sana terdapat jalur khusus mobil dan motor, serta tersekatnya jalur itu oleh pagar pembatas. Setidaknya, bila motor berjalan sempoyongan dan oleng, dia tidak mengganggu jalur mobil.

Salahsatu viaduk di Jepang. Image: Saigen Jiro/commons.wikimedia.org


Mengenai motor yang naik ke jembatan layang, memang pada dasarnya hal ini membahayakan pengemudi mobil yang melintas jalan layang; termasuk Rental Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya pula. Namun polisi mempunyai alasan lain yaitu untuk mengurai kemacetan yang biasa terjadi pada jam-jam berangkat dan pulang kantor. Kita bisa melihat, bahwa kecepatan saat jalan mengalami kepadatan ini berkisar diantara pukul 06.30 — 08.30 (pagi) serta 16.00 — 18.00 (petang). Saat itu kecepatan di kedua ujung jembatan layang pasti melambat, dan tidak ada peluang bagi motor untuk menambah kecepatan dengan menaikkan gas, karena malah akan bisa menabrak kendaraan di depannya!

Dan bila lalu lintas telah lancar kembali, tentunya polisi yang bertugas pun akan berkoordinasi untuk melarang motor naik melewati jembatan layang itu lagi. Jadi, Sewa Rental Mobil Pregio di Surabaya menilai, tak ada yang perlu dikhawatirkan atas keputusan polisi ini. Karena pastinya telah berkoordinasi pula dengan dinas perhubungan tentang bagaimana baiknya. Menurut Sewa Mobil Murah di Surabaya, yang perlu dikhawatirkan adalah membandelnya para pengendara motor di luar jam sibuk tersebut; bermain 'kucing-kucingan' dengan polisi untuk mencari shortcut (jalan pintas) demi mengirit bensinnya. Atau sekedar aksi sekedar gagah-gagahan di jalan raya.

Anda bisa juga membaca berita referensi berikut:
http://motor.otomotifnet.com/read/2014/01/30/347044/122/14/Ini-Alasan-Jalan-Layang-Non-Tol-Bukan-Untuk-Motor
http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2014/134524-Pengendara-Motor-Tewas-di-Atas-Fly-Over-Pasar-Kembang
http://bonsaibiker.com/2014/09/26/pemotor-nekat-trabas-larangan-lewat-fly-over-ditabrak-mobil-hingga-boncenger-terlempar-dari-jembatan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar